Kisah Sukses ‘Smile Brownies’ Ira Puspita Dewi

smile cookies

Dalam era booming bisnis brownies kukus, banyak pengusaha kue berlomba untuk mengikuti tren bolu coklat legit khas Bandung. Ira Puspita Dewi, salah satu pengusaha kue asal Jawa Barat, awalnya hanya fokus pada kue kering. Namun, ia tergerak untuk memperluas bisnisnya ke ranah brownies kukus yang sedang naik daun. Kiosnya di Bandung pun diubah menjadi toko brownies kukus.

Namun, Ira menghadapi tantangan karena persaingan yang ketat di pasar. “Sayangnya, sambutan masyarakat terhadap brownies kami tidak sesuai harapan karena persaingan produk sejenis yang sudah sangat banyak,” kenang Ira.

Untuk mengatasi hal ini, Ira memutuskan untuk berinovasi. Dengan dukungan sebagai Mitra Binaan Pertamina dan dana pinjaman sebesar 10 juta rupiah, ia mengalokasikan modal tersebut untuk membeli peralatan produksi berkualitas seperti oven dan mixer.

Perjalanan bisnisnya tidaklah mudah. Namun, dengan investasi yang tepat dan inovasi dalam produk kue kering brownies, Ira berhasil menemukan celah di pasar. Ia menjamin bahwa semua bahan dan peralatan yang digunakan memiliki kualitas terbaik serta menjaga kebersihan.

Awalnya, produk brownies cookiesnya dikemas dalam wadah plastik dengan pemasaran yang terbatas. Sebagian besar toko kue enggan menjual produk Ira, dan jika pun ada, produknya tidak terlihat oleh konsumen.

Melihat kondisi ini, Ira mencoba strategi baru dengan mengemas kue dalam toples dengan desain sederhana namun menarik. Langkah ini membawa perubahan positif. Dengan penampilan yang lebih menarik, banyak toko mulai menerima produknya dan pesanan pun meningkat.

Tetapi, produknya tidak hanya unggul dalam kemasan, tetapi juga dalam rasa. Dengan permintaan yang semakin meningkat, Ira mulai memproduksi kue kering buatannya tidak hanya saat hari besar.

Untuk memenuhi permintaan yang terus bertambah, Ira memperluas bisnisnya dengan mengemas kue dalam kaleng kecil dengan standar internasional dalam proses pengemasan.

Dengan fokus pada ekspansi internasional, Ira bahkan memberi nama produknya sebagai ‘Smile Brownies’. Lambat laun, produk Smile Brownies Cookies menjadi semakin dikenal. Hal ini tak lepas dari partisipasinya dalam berbagai pameran.

Meski produknya semakin dikenal, Ira tetap berinovasi. Ia meluncurkan varian baru produknya, yakni Smile Cinnamon Cookies. Kue dengan rasa kayu manis yang dihiasi dengan buah ceri dan kismis kering.

Kedua jenis kue tersebut ditujukan untuk segmen pasar yang berbeda. Brownies cookies lebih ditujukan untuk pasar anak muda, sementara cinnamon cookies lebih ditargetkan kepada kalangan tua dan wisatawan asing.

Ternyata, Cinnamon Cookies ini berhasil membuat orang-orang yang lebih tua merasa nostalgia dengan zaman penjajahan Belanda di masa lampau, di mana kue semacam ini banyak dibuat.

Dengan partisipasi dalam berbagai pameran, produk Smile Cookies berhasil menarik pasar dengan cepat. Tidak hanya di Bandung, tetapi juga merambah ke berbagai kota di Indonesia dan bahkan hingga ke luar negeri seperti Singapura dan Malaysia. “Omzet saya naik 10 kali lipat sejak mengikuti pameran-pameran,” ungkapnya gembira.

Usaha kue brownies Smile yang awalnya hanya usaha keluarga dan berskala kecil, kini telah berkembang pesat. Ira berhasil meraih penghargaan dan juga berupaya untuk mendapatkan sertifikasi halal untuk produk Brownies dan Cinnamonnya. Saat ini, Ira sedang mengembangkan strategi pemasaran produknya tidak hanya melalui pameran dan promosi, tetapi juga melalui sistem penjualan keagenan.

 

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *